Kader kesehatan memiliki peran penting dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit di masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan kader menjadi faktor utama yang menentukan efektivitas pelaksanaan tugas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan keterampilan kader dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive terhadap kader aktif di wilayah kerja tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kader berada pada kategori usia dewasa (19–59 tahun) sebesar 87,8%. Ditemukan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan keterampilan kader (p = 0,01) dengan tingkat keeratan hubungan sangat lemah (r = 0,275). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dapat berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan kader, meskipun dengan pengaruh yang terbatas. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan keterampilan kader, namun perlu didukung dengan pelatihan berkelanjutan, motivasi, dan dukungan tenaga kesehatan agar kompetensi kader dapat berkembang secara optimal. Health cadres play an essential role in early disease detection and prevention within the community. Knowledge and skills are key factors determining the effectiveness of cadre performance in implementing health programs. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and skills among health cadres in community health activities. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was employed. Samples were selected purposively from active cadres within a designated working area. Data were collected using a knowledge questionnaire and a skill observation sheet, then analyzed using the Spearman correlation test. The results showed that most cadres were in the adult age category (19–59 years), accounting for 87.8% of participants. There was a significant relationship between knowledge and skills (p = 0.01) with a very weak correlation (r = 0.275). These findings indicate that increased knowledge contributes to improved cadre skills, although the influence is limited. It can be concluded that knowledge is one of the contributing factors in enhancing cadre skills; however, continuous training, motivation, and support from health professionals are necessary to optimize cadre competence in community health practice.
Copyrights © 2025