Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan, literasi keuangan, dan inovasi terhadap keberlanjutan kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kajian ini didorong oleh peran penting UMKM sebagai pilar ekonomi nasional serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan kinerja di tengah keterbatasan akses keuangan, rendahnya literasi finansial, dan minimnya inovasi bisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan asosiatif, di mana data primer dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 70 pelaku UMKM yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, inklusi keuangan dan literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan kinerja UMKM, yang menandakan bahwa akses dan pemahaman finansial belum sepenuhnya diimplementasikan dalam pengelolaan usaha. Sebaliknya, inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan kinerja, menegaskan bahwa kemampuan dalam mengembangkan produk, memperbaiki proses, serta menyesuaikan strategi bisnis berperan penting dalam meningkatkan daya saing dan ketahanan usaha. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan kinerja UMKM, sehingga sinergi antara akses keuangan, literasi finansial, dan inovasi menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem usaha yang tangguh dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025