Penelitian ini memfokuskan analisis pada estimasi dampak pengganda output dari 12 subsektor industri pengolahan utama di Provinsi Kalimantan Selatan. Menggunakan kerangka Model Input-Output Miyazawa, diperoleh nilai multiplier output untuk masing-masing subsektor, yang mencerminkan kenaikan total output per kenaikan Rp 1 juta final demand. Hasil identifikasi menyatakan bahwa subsektor Barang dari Logam, Komputer, Elektronik, Optik, dan Peralatan Listrik (2,504) memiliki multiplier tertinggi, diikuti Furnitur (2,317) dan Tekstil & Pakaian Jadi (2,006). Sebaliknya, subsektor Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional (1,254) serta Alat Angkutan (1,268) menunjukkan multiplier terendah. Temuan ini memberikan dasar empiris untuk memprioritaskan subsektor dengan efek berantai ekonomi paling besar dalam kebijakan industrialisasi berkelanjutan di Kalimantan Selatan
Copyrights © 2026