Data yang diperoleh dari Puskesmas Sipori-Pori Kota Tanjungbalai pada tahun 2024, menunjukkan bahwa penderita diabetes melitus di wilayah tersebut mencapai 3916 jumlah jiwa dengan total populasi jumlah penduduk usia produktif sebanyak 11.739 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan DMT2 di wilayah kerja Puskesmas Sipori-Pori, Kota Tanjungbalai. Metode yang digunakan adalah studi kasus-kontrol (retrospektif), data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis univariat, bivariat menggunakan Uji Chi-Square dan multivariat. Sampel terdiri dari 62 kelompok kasus dan 62 kelompok kasus yang telah menjalani pengobatan dan berdomisili di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian DMT2 meliputi usia (OR = 21,460; p = 0,000; 95% CI: 6,910–66,644), jenis kelamin (OR = 2,531; p = 0,019; 95% CI:1,223–5,236), riwayat keluarga (OR = 34,138; p = 0,000; 95% CI: 7,659–152,161) dan kurangnya aktivitas fisik (OR = 4,634; p = 0,002; 95% CI: 1,810–11,866). Sementara itu, obesitas (p = 0,296) dan kebiasaan merokok (p = 0,189) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Berdasarkan analisis multivariat, faktor yang paling dominan memengaruhi kejadian DMT2 adalah riwayat keluarga (OR= 37,764), diikuti oleh usia (OR = 16,899) dan kurang aktivitas fisik (OR = 6,546). Oleh karena itu, puskesmas perlu meningkatkan upaya skrining dini bagi kelompok berisiko tinggi berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga melalui penyebaran informasi dan edukasi kepada kelompok masyarakat yang berisiko.
Copyrights © 2025