Observasi awal pada unit produksi menunjukkan tingginya masalah ergonomi, di mana 72% pekerja mengalami keluhan muskuloskeletal, terutama pada punggung, bahu, dan leher akibat postur kerja statis dan membungkuk. Kondisi ini berisiko menurunkan produktivitas dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko dan menerapkan peningkatan K3 melalui pendekatan ergonomi partisipatif. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif yang melibatkan 40 pekerja. Identifikasi masalah dilakukan menggunakan observasi dan kuesioner Nordic Body Map (NBM), dilanjutkan dengan diskusi partisipatif (FGD) untuk merumuskan perbaikan. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif untuk membandingkan tingkat keluhan dan kepuasan sebelum dan sesudah intervensi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan ergonomi partisipatif, tingkat keluhan muskuloskeletal menurun signifikan dari 72% menjadi 37%. Selain itu, kepuasan kerja meningkat dari 65% menjadi 83% dan insiden near-miss menurun sebesar 20%. Pendekatan partisipatif terbukti efektif memperkuat budaya keselamatan dan komunikasi antar pekerja, sehingga direkomendasikan sebagai strategi berkelanjutan di sektor industri.
Copyrights © 2025