Produktivitas kerja merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kinerja tenaga kerja, terutama pada sektor informal seperti perbengkelan. Faktor-faktor seperti status gizi, asupan energi, dan beban kerja berperan penting dalam menentukan tingkat produktivitas tersebut. Ketidakseimbangan dalam asupan zat gizi dan beban kerja yang berlebihan dapat menurunkan kapasitas fisik maupun mental pekerja. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, asupan energi, dan beban kerja dengan produktivitas kerja pada pekerja di perbengkelan Mobil X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 65 orang pekerja yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Status gizi diukur melalui indeks massa tubuh (IMT), asupan energi dinilai menggunakan metode food recall 1x24 jam, beban kerja diukur dengan kuesioner beban kerja subjektif, dan produktivitas kerja dinilai berdasarkan penilaian kinerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil: Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan produktivitas kerja (p = 0,000) serta antara beban kerja dengan produktivitas kerja (p = 0,034). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dengan produktivitas kerja (p = 0,233).
Copyrights © 2025