Latar belakang: Penyintas stroke merupakan populasi yang rentan mengalami berbagai tantangan fisik, psikologis, dan sosial. Strategi koping yang efektif dan resiliensi yang tinggi sangat dibutuhkan untuk adaptasi dan pemulihan optimal pasca-stroke. Pemahaman spesifik mengenai hubungan antara strategi koping dan resiliensi pada penyintas stroke di Kota Surakarta masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara strategi coping dengan resiliensi pada penyintas stroke di Kota Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, jumlah sampel 84 penyintas stroke di salah satu RSUD Surakarta melalui teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Ways of Coping untuk strategi koping, dan Skala Resiliensi CD-RISC 10 Item untuk mengukur resiliensi. Hasil: mayoritas responden menunjukkan menggunakan strategi koping berfokus pada emosi (55,95%) dan memiliki resiliensi rendah (52,38%). Analisis statistik menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif kuat dan signifikan antara penggunaan strategi koping berfokus pada emosi dengan resiliensi rendah (r = -0,787; p < 0,05). Kesimpulan: Strategi koping memiliki peran signifikan terhadap tingkat resiliensi penyintas stroke. Disarankan agar program rehabilitasi pasca-stroke mengintegrasikan intervensi yang memperkuat strategi koping berfokus pada masalah guna meningkatkan resiliensi.
Copyrights © 2025