Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana intensitas aset biologis dan profitabilitas memengaruhi tingkat pengungkapan aset biologis, serta menilai apakah profitabilitas memperkuat hubungan tersebut pada perusahaan sektor pertanian yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori, dengan metode analisis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antarvariabel secara simultan. Sampel penelitian mencakup 17 perusahaan selama periode tiga tahun, yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan keterlibatan dalam subsektor pertanian dan kepemilikan aset biologis yang material dalam laporan keuangannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan aset biologis, sedangkan intensitas aset biologis dan peran moderasi profitabilitas tidak menunjukkan pengaruh berarti. Temuan ini memperkuat pandangan Political Cost Hypothesis dan Agency Theory, bahwa keputusan pengungkapan perusahaan lebih banyak didorong oleh keinginan untuk mengurangi tekanan politik dan konflik agensi daripada sekadar memenuhi tuntutan legitimasi. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur tentang penerapan PSAK 69 di Indonesia. Sementara secara praktis, hasilnya mendorong perusahaan agrikultur untuk memperluas praktik pengungkapan aset biologis sebagai strategi membangun transparansi, legitimasi sosial, dan akuntabilitas publik.
Copyrights © 2026