Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang kian meningkat, terutama di kalangan lanjut usia (lansia). Penggunaan obat antidiabetes dalam kombinasi meningkatkan potensi terjadinya hipoglikemia. Gejala hipoglikemia yang tidak khas cenderung memberikan kesalahan dalam penanganannya sehingga menimbulkan risiko berbahaya pada pasien lansia. Selain itu, penggunaan obat antidiabetes jangka panjang juga mendasari masyarakat menggunakan alternatif obat tradisional dengan alasan keamanan. Komisi Lansia GKI Karawaci, Tangerang, Banten, memiliki permasalahan kesehatan para anggotanya, terutama diabetes. Â Penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang hipoglikemia dan penggunaan tamanan obat keluarga (TOGA) memberikan pemanfaatan jamu TOGA untuk mengontrol kadar gula darah. Metode pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahapan yaitu pra, saat, dan pasca kegiatan penyuluhan. Pra-penyuluhan mencakup identifikasi masalah kesehatan anggota komisi lansia, penyiapan alat dan bahan, dan percobaan pembuatan jamu TOGA. Selanjutnya kegiatan penyuluhan dilakukan dengan tahapan pengecekan kesehatan, penyampaian materi terkait hipoglikemia, dan pelaksanaan workshop pembuatan jamu TOGA. Pasca kegiatan dilakukan evaluasi terhadap pengetahuan peserta dan pelaksanaan kegiatan. Penyampaian materi memberikan hasil peningkatan terhadap pengetahuan peserta yang ditunjukkan dengan persentase peserta yang menjawab benar pada pre-test (75%) meningkat signifikan pada post-test (88.8%) (p<0.05). Kegiatan mendapatkan respon evaluasi dari peserta dengan nilai 4.95 yang menyatakan bahwa konten pelatihan dan pemateri pada kategori sangat baik.
Copyrights © 2026