Penafsiran Al-Qur’an merupakan disiplin keilmuan yang terus berkembang seiring dengan kebutuhan umat dalam memahami pesan-pesan ilahi secara kontekstual. Salah satu pendekatan yang menonjol dalam kajian tafsir kontemporer adalah pendekatan semantik, yang menekankan analisis makna kata dan relasinya dalam struktur bahasa Al-Qur’an. Artikel ini mengkaji karakteristik semantik dalam penafsiran Al-Qur’an melalui karya al-Tafsîr al-Bayânî li al-Qur’an al-Karîm karya Aisyah Abdurrahman Binti al-Syathi’. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap corak, metode, dan implikasi pendekatan semantik yang digunakan Binti al-Syathi’ dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya pada surah-surah Juz ‘Amma. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis karya tafsir, buku-buku linguistik, serta literatur tafsir klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Binti al-Syathi’ memiliki karakteristik semantik yang kuat, ditandai dengan penolakan sinonimitas mutlak dalam Al-Qur’an, penekanan pada makna etimologis dan fungsional lafaz, serta penggunaan pendekatan bayânî yang berorientasi sastra dan kebahasaan. Kesimpulannya, pendekatan semantik dalam al-Tafsîr al-Bayânî memberikan kontribusi penting dalam memperkaya khazanah tafsir Al-Qur’an dengan menghadirkan pemahaman makna yang lebih presisi, kontekstual, dan mendalam, sekaligus menegaskan relevansi kajian linguistik dalam studi Al-Qur’an kontemporer
Copyrights © 2025