Amethyst (kecubung) merupakan salah satu batu mulia yang banyak ditemukan di Kalimantan Selatan dan memiliki nilai ekonomis serta estetika tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakterisasi sifat fisik batu Amethyst melalui studi literatur dari 10 artikel ilmiah yang terbit dalam kurun waktu 2015–2025. Fokus kajian meliputi struktur kristal, kekerasan, densitas, sifat optik, serta respons terhadap perlakuan termal. Berdasarkan hasil analisis, Amethyst diketahui memiliki struktur kristal trigonal, kekerasan 6,5–7 skala Mohs, dan densitas antara 2,63–2,66 g/cm³. Warna ungu khasnya disebabkan oleh pusat warna akibat ion Fe³⁺ dan Fe⁴⁺ yang menyerap pada panjang gelombang 360 nm dan 545 nm. Teknik karakterisasi seperti XRD, UV–Vis, FTIR, Raman, dan Mössbauer terbukti efektif untuk mengungkap sifat fisik dan optik Amethyst. Perlakuan panas pada suhu 400–600°C terbukti menyebabkan perubahan warna dan struktur mikro yang bersifat ireversibel. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam klasifikasi batu mulia lokal serta mendukung pemanfaatan sumber daya mineral secara berkelanjutan, khususnya di Kalimantan Selatan.
Copyrights © 2025