Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah biaya pupuk mempengaruhi persentase zakat pertanian. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini membahas kriteria penentu (ḍawābiṭ) yang dapat memengaruhi besaran zakat yang dikenakan atas hasil pertanian. Masalah ini penting untuk diteliti guna menilai relevansi aturan zakat klasik yang terdapat dalam khazanah hukum Islam (turāts) dengan praktik pertanian kontemporer, khususnya terkait ketidakseimbangan antara hasil panen dan biaya budidaya jika dibandingkan dengan kewajiban zakat sebesar sepuluh persen. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologis berbasis mazhab dengan penalaran analogis (ilhāq al-masāʾil bi-naẓāʾirihā) melalui identifikasi kasus-kasus yang dianalogikan dengan penggunaan pupuk dalam kaitannya dengan kewajiban zakat pertanian. Data diperoleh dari karya-karya klasik ulama Islam awal yang mewakili mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengeluaran yang berhubungan erat dengan pertumbuhan tanaman merupakan kriteria penentu yang dapat mengurangi persentase zakat pertanian. Dengan demikian, pupuk diidentifikasi sebagai faktor yang mempengaruhi besaran zakat pertanian, yaitu menurunkannya dari sepuluh persen menjadi lima persen dari hasil panen. Kesimpulan ini didasarkan pada kesetaraan peran antara pupuk dan air dalam menopang kehidupan tanaman, membantu pertumbuhan yang sehat, dan meningkatkan produktivitas pertanian.
Copyrights © 2025