Artikel ini membahas keterkaitan antara teks al-Qur’an dan ilmu botani modern melalui kajian terhadap QS. Yasin ayat 33–35, dengan menekankan penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar. Fokus utama penelitian ini adalah mengungkap bagaimana al-Qur’an tidak hanya menyampaikan ajaran teologis, tetapi juga menyimpan narasi biologis yang dapat dipahami dalam kerangka ilmu pengetahuan modern, khususnya botani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka (library research) dan metode analisis isi untuk menggali pesan-pesan tematik dari ayat yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an secara naratif menggambarkan proses biologis tumbuhan seperti hidupnya tanah mati, tumbuhnya biji-bijian, serta terbentuknya kebun dan sumber air yang sejalan dengan prinsip dasar botani seperti fotosintesis, perkecambahan, dan ekologi pertanian. Dalam Tafsir al-Azhar, Hamka tidak hanya menekankan makna spiritual dari ayat-ayat tersebut, tetapi juga mengaitkannya dengan realitas pertanian dan teknologi lokal, sekaligus menyuarakan pentingnya kesadaran ekologis dan rasa syukur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tumbuhan dalam al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai entitas biologis, tetapi juga sebagai simbol ketuhanan, rezeki, dan pengingat atas kekuasaan Ilahi. Kajian ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif antara ilmu sains dan tafsir dapat memperkaya pemahaman umat terhadap wahyu serta mendorong kesadaran ekologis yang berbasis spiritualitas. Dengan demikian, al-Qur’an dapat dibaca sebagai teks suci sekaligus sumber inspirasi ekologis yang relevan dalam konteks krisis lingkungan saat ini. Kata kunci: Tumbuhan; QS. Yasin ayat 33-35; Botani; Tafsir al-Azhar
Copyrights © 2025