MBG (Makan Bergizi Gratis) merupakan program Pemerintah Presiden Republik Indonesia ke VII Prabowo Subianto. Tujuannya menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi masyarakat. Seperti salah satunya Dapur Gizi Gratis yang berada Sungai Panas kota Batam, dalam proses operasionalnya, dapur ini menghadapi tantangan dalam pengelolaan bahan pangan mulai dari di mulainya operasional hingga pasca operasional yang berpotensi menimbulkan limbah makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen bahan pangan yang diterapkan di Dapur Gizi Gratis Sungai Panas serta merumuskan strategi efektif untuk mengurangi timbulan limbah makanan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa manajemen bahan pangan di dapur gizi ini mencakup beberapa tahapan utama, yaitu: perencanaan menu dan kebutuhan bahan, pengadaan bahan pangan dari donatur dan pasar lokal, penyimpanan bahan dengan fasilitas terbatas, proses pengolahan dan distribusi makanan, serta pengelolaan sisa bahan dan sisa makanan. Tantangan utama yang ditemukan adalah ketidakakuratan dalam perhitungan jumlah porsi, relawan keterbatasan dalam pengetahuan penyimpanan bahan baku. Strategi pengurangan limbah makanan yang direkomendasikan mencakup: penerapan prinsip First In First Out (FIFO) dalam penyimpanan bahan pangan, peningkatan pengetahuan sumber daya manusia melalui pelatihan, manajemen stok bahan panangan, dan pemanfaatan kembali sisa bahan yang masih layak untuk diolah menjadi produk turunan. Penerapan strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan pangan, menekan biaya operasional, serta memperkuat peran Dapur Gizi Gratis Sungai Panas Batam sebagai model pengelolaan pangan berkelanjutan di lingkungan masyarakat.
Copyrights © 2025