Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi klaim JKN pada RSUD Kota Bandung yang memiliki proporsi pasien BPJS dominan, dengan mengadopsi dimensi 4M (Man, Money, Method, Machine). Perubahan skema pembayaran layanan kesehatan dari fee for service ke INA-CBGs menuntut rumah sakit beroperasi efisien tanpa menurunkan mutu. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan wawancara mendalam, wawancara terstruktur, observasi, dan telaah dokumen, yang dianalisis melalui IFE, EFE, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan utama berupa ketersediaan SIMRS yang terhubung dengan BPJS, tim JKN, dan fleksibilitas keuangan BLUD. Kelemahan utama mencakup dokumentasi Rekam Medik yang tidak konsisten, integrasi SIMRS dan keuangan yang belum optimal, serta keterbatasan sarana. Peluang datang dari capaian UHC yang tinggi, dukungan digitalisasi, dan pelatihan, sedangkan ancaman meliputi dinamika regulasi, mismatch tarif INA-CBGs, dan klaim pending. Posisi RSUD Kota Bandung berada di Kuadran II (Strategi ST) dengan skor posisi (X=0,48; Y=−0,04). Strategi prioritas yang direkomendasikan meliputi penguatan koordinasi RS–BPJS, peningkatan kompetensi coder/verifikator, percepatan bridging SIMRS end-to-end beserta analitik biaya, kendali biaya (KMKB), serta edukasi publik terkait layanan JKN. Implementasi strategi ini diharapkan dapat mempercepat pencairan klaim, menstabilkan arus kas, dan menjaga mutu layanan
Copyrights © 2025