Degradasi tanah dan erosi merupakan permasalahan lingkungan utama pada perkebunan kelapa sawit, khususnya di wilayah tropis dengan curah hujan tinggi seperti Kalimantan Barat. Perluasan perkebunan kelapa sawit secara monokultur cenderung meningkatkan keterbukaan permukaan tanah sehingga mempercepat proses erosi dan menurunkan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas beberapa jenis tanaman penutup tanah leguminosa dalam menekan laju erosi dan memperbaiki sifat fisik serta kimia tanah pada perkebunan kelapa sawit. Penelitian lapangan dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat perlakuan, yaitu tanah terbuka (kontrol), Mucuna bracteata, Pueraria javanica, dan Centrosema pubescens, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju erosi tanah, kandungan bahan organik tanah, stabilitas agregat, kadar air tanah, bobot isi, dan porositas tanah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan tanaman penutup tanah secara nyata mampu menurunkan laju erosi dibandingkan kontrol, dengan penurunan tertinggi diperoleh pada perlakuan Mucuna bracteata sebesar 78%. Selain itu, tanaman penutup tanah meningkatkan kandungan bahan organik tanah sebesar 0,40–1,20%, memperbaiki stabilitas agregat sebesar 15–30%, serta memperbaiki sifat fisik tanah. Hasil ini menegaskan bahwa penerapan tanaman penutup tanah leguminosa, khususnya Mucuna bracteata, merupakan strategi konservasi tanah yang efektif dan berkelanjutan pada perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat.
Copyrights © 2026