Ubi kayu atau singkong termasuk tanaman umbi-umbian yang banyak dijumpai di lahan masyarakat, terutama di pedesaan. Cara menanamnya relatif lebih mudah dibandingkan dengan padi maupun jagung. Singkong mengandung pati dalam jumlah tinggi sehingga menjadi salah satu sumber karbohidrat. Kandungan gizinya kaya akan energi, tetapi rendah protein. Menurut Soepriyadi, Dangga & Laela (2019), dalam 100gram singkong rebus memiliki 112 kalori yang 98% berasal dari karbohidrat dan sisanya berasal dari protein serta lemak. Selain itu, singkong juga memiliki antioksidan yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas serta membantu mengurangi komplikasi selama kehamilan. Zat antioksidan ini berasal dari vitamin C, vitamin A, dan beta-karoten yang terdapat di dalamnya. Vitamin C dalam singkong membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung koroner dan beberapa jenis kanker (Soepriyadi, Dangga & Laela, 2019). Karena itu, singkong baik dijadikan sebagai salah satu pilihan pengganti makanan pokok. Alasan dilaksanakannya pengabdian masyarakat di Desa Datengan, Kediri karena mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani singkong. Selama ini, hasil panen singkong hanya dijual dalam bentuk umbi segar tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut, sehingga nilai ekonominya masih rendah. Selain itu, bagian lain dari tanaman singkong seperti batang dan daunnya sering kali dibuang begitu saja, padahal sebenarnya memiliki banyak potensi manfaat.
Copyrights © 2026