Desa Curugbadak, Lebak-Banten, menghadapi tantangan kesehatan signifikan terkait kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tinggi, diperparah oleh rendahnya kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan inefektivitas pemanfaatan sumber daya lokal seperti Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan warga RW 02 dan RW 04 untuk menerapkan strategi pencegahan DBD yang terintegrasi dan berkelanjutan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, pelatihan pembuatan spray antinyamuk mandiri dari serai (Cymbopogon citratus) untuk ibu-ibu PKK, serta sosialisasi dan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang benar kepada siswa SDN 1 Curugbadak. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan: peserta pelatihan TOGA meningkat dari 14,76% menjadi 100%, sementara siswa PHBS meningkat dari 40,66% menjadi 99,61%. Program ini berhasil membangun kesadaran kolektif dan kemampuan praktis masyarakat untuk melakukan pencegahan DBD secara mandiri melalui pemanfaatan TOGA dan perbaikan perilaku dasar kesehatan.
Copyrights © 2026