Tuberkulosis (TB) dan stunting merupakan dua permasalahan kesehatan prioritas nasional yang masih memiliki prevalensi tinggi, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan. Upaya promotif berbasis masyarakat menjadi strategi penting dalam memperkuat pencegahan keduanya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan pendekatan community mobilization untuk memperkuat peran kader sebagai penggerak edukasi TB dan stunting di komunitas. Metode kegiatan meliputi pelatihan partisipatif bagi lima kader, pendampingan lapangan, serta pelaksanaan penjaringan sasaran pada ibu hamil dan keluarga balita. Data dikumpulkan melalui pretest–posttest, formulir penjaringan, serta lembar observasi aktivitas kader. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan kader dalam memberikan edukasi, bertambahnya cakupan sasaran yang dijangkau, dan meningkatnya partisipasi keluarga dalam kegiatan promosi kesehatan. Kader juga mampu membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat dan mendorong komitmen keluarga untuk melakukan pencegahan dini TB dan stunting. Temuan ini menunjukkan bahwa community mobilization efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan memperkuat peran kader sebagai ujung tombak promosi kesehatan di tingkat desa. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap percepatan eliminasi TB dan penurunan stunting melalui pendekatan pemberdayaan komunitas.
Copyrights © 2026