Sanitasi dan higiene pada bayi dan balita merupakan aspek yang sangat penting untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan mereka secara optimal. Sanitasi mencakup upaya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memastikan air bersih untuk konsumsi, menjaga fasilitas pembuangan limbah yang aman, dan menciptakan lingkungan rumah yang bebas dari potensi sumber penyakit, seperti nyamuk dan kuman. Perilaku higienis dipengaruhi oleh kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, seperti sebelum makan, sebelum memasak, setelah menyentuh hewan, dan setelah buang air besar. Tempat buang air besar yang sesuai adalah toilet, serta kebiasaan merebus air sebelum dikonsumsi. Rumah tangga perlu menerapkan praktik kebersihan yang baik. Klasifikasi perilaku kebersihan dapat ditentukan menggunakan interval kelas untuk menilai rumah tangga dengan praktik kebersihan yang baik. Aspek kebersihan pribadi (personal hygiene) dan sanitasi lingkungan memiliki peran penting dalam masalah kekurangan gizi, termasuk stunting. Misalnya, seringnya anak mengalami penyakit infeksi seperti diare dan ISPA, serta rendahnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun secara benar, dapat meningkatkan risiko diare. Kebiasaan yang tampak sederhana, seperti buang air besar sembarangan, dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan, status gizi, dan ekonomi suatu bangsa.
Copyrights © 2026