Perkembangan teknologi digital membawa manfaat edukatif bagi anak, namun di sisi lain meningkatkan risiko kekerasan seksual berbasis digital seperti grooming online, sextortion, dan paparan konten pornografi. Minimnya literasi digital dan pendidikan kesehatan reproduksi dalam keluarga serta sekolah menjadikan anak kelompok yang rentan terhadap eksploitasi daring. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMA BPPK Kota Bandung pada November 2025 sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual berbasis digital melalui pendekatan holistik dan kolaboratif yang melibatkan keluarga dan sekolah. Metode PKM meliputi edukasi orang tua melalui seminar dan diskusi kelompok terarah tentang literasi digital dan pendampingan psikososial, pelaksanaan kelas anak “Tubuhku Berharga” berbasis cerita dan permainan untuk mengenali batas tubuh dan sentuhan aman, serta pendampingan psikososial ringan bagi keluarga. Peserta kegiatan terdiri atas 12 orang tua dan 43 anak kelas 1–3. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua terkait risiko kekerasan seksual daring dan strategi pencegahan, peningkatan pemahaman anak mengenai tubuh dan keberanian untuk berkata “tidak”, serta penguatan komunikasi empatik dalam keluarga. Selain itu, sekolah mulai menunjukkan inisiatif awal dalam memperkuat kebijakan perlindungan anak. Hasil PKM ini menegaskan pentingnya model edukasi kolaboratif yang berkelanjutan sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual berbasis digital pada anak
Copyrights © 2026