Kontrasepsi suntik merupakan metode KB yang paling banyak digunakan oleh Wanita Usia Subur (WUS), namun efek samping hormonal seperti perubahan siklus menstruasi, peningkatan berat badan, dan perubahan mood sering menimbulkan kekhawatiran sehingga beberapa akseptor menghentikan penggunaan tanpa konsultasi tenaga kesehatan. Minimnya informasi terstruktur di Posyandu Delima Sari menjadi latar belakang perlunya edukasi berbasis bukti untuk meningkatkan pemahaman dan mencegah miskonsepsi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan WUS mengenai efek samping KB suntik melalui penyuluhan dan distribusi buku saku. Metode dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, pembagian buku saku “Buku Saku KB Suntik: Bijak Hadapi Efek Samping”, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 14 November 2025 dan diikuti oleh 33 WUS. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 11,03 menjadi 13,33, serta meningkatnya kategori pengetahuan “baik” dari 51,5% menjadi 78,8%. Diskusi interaktif juga berhasil meluruskan sejumlah miskonsepsi yang umum ditemui terkait perubahan haid dan efek hormonal. Buku saku terbukti membantu mempertahankan pemahaman peserta setelah kegiatan. Secara keseluruhan, edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, memperkuat sikap positif terhadap penggunaan KB suntik, serta mendukung keberlanjutan program KB di komunitas.
Copyrights © 2026