Peningkatan jumlah lansia di Indonesia berkontribusi terhadap meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif, penggunaan obat jangka panjang, serta risiko ketidakpatuhan terapi dan penurunan kemampuan perawatan mandiri. Kondisi serupa ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, dengan jumlah lansia sebanyak 706 orang dan kecenderungan menurunnya kemampuan lansia dalam mengelola penggunaan obat dan menjaga kesehatan secara mandiri. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai penggunaan obat yang benar serta keterampilan perawatan mandiri melalui penerapan Model Klinik Mini Edukasi Obat dan Perawatan Mandiri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan interprofesional yang meliputi sosialisasi program, pelatihan tenaga kesehatan dan kader, pengembangan media edukasi berupa modul cetak dan video, pembentukan Klinik Mini Edukasi Lansia, pelaksanaan edukasi kelompok dan individu, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan dengan melibatkan tenaga kesehatan puskesmas, kader posyandu lansia, dan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia tentang penggunaan obat sebesar 38%, peningkatan kemampuan perawatan mandiri di rumah, serta meningkatnya partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu rutin. Program ini disarankan untuk diintegrasikan ke dalam layanan rutin puskesmas dan direplikasi di wilayah lain sebagai inovasi pelayanan promotif dan preventif bagi lansia.
Copyrights © 2026