Pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus meningkat mendorong penguatan program Keluarga Berencana (KB) untuk menekan kehamilan tidak diinginkan serta menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satu metode kontrasepsi yang efektif dan direkomendasikan adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD). Namun, pemanfaatan AKDR di masyarakat masih rendah akibat kurangnya pengetahuan, munculnya mitos negatif, dominasi penggunaan kontrasepsi jangka pendek, serta minimnya dukungan suami. Wanita Usia Subur (WUS) adalah target audiens untuk proyek layanan masyarakat ini, yang bertujuan untuk mengedukasi mereka tentang manfaat AKDR serta mendorong penggunaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif berupa ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan media lembar balik dan leaflet kegiatan dilaksanakan pada 29 November 2025 dengan melibatkan 24 peserta. Hasil ditemukannya peningkatan pengetahuan peserta terkait pengertian, jenis, mekanisme kerja, manfaat, serta mitos dan fakta AKDR. Sebanyak 15 peserta menyatakan minat menggunakan IUD, dan 5 di antaranya telah melakukan pemasangan. Penyuluhan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran serta sikap positif pada kontrasepsi jangka panjang. Temuan ini mempertegas pentingnya edukasi kesehatan reproduksi yang interaktif dan kontekstual sebagai upaya mendukung keberhasilan program KB nasional.
Copyrights © 2026