Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Sekolah Luar Biasa (SLB), khususnya kategori B (tunarungu) dan C (tunagrahita), memerlukan layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan hidup (life skills) dan kemandirian. Keterbatasan akses kerja bagi lulusan SLB menjadi tantangan utama yang menuntut adanya inovasi melalui kegiatan pengembangan diri berbasis kewirausahaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa SLB BC Putra Harapan melalui pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan dirancang secara partisipatif dan aplikatif, meliputi tahap persiapan, sosialisasi dan edukasi lingkungan, pelatihan praktik, pendampingan kewirausahaan sederhana, evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan motorik halus, pemahaman siswa terhadap pemanfaatan limbah, serta tumbuhnya rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap produk yang dihasilkan. Siswa mampu memproduksi lilin aromaterapi dengan kualitas fungsional dan estetika sederhana yang layak. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran ekologis dan membuka peluang pembentukan rintisan unit usaha sekolah. Dengan demikian, pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan siswa berkebutuhan khusus yang berdampak pada aspek pendidikan, lingkungan, dan ekonomi, serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan di SLB lainnya.
Copyrights © 2026