Hiperglikemia kronis pada penderita gangguan metabolisme glukosa memicu respon peradangan sistemik yang meningkatkan risiko komplikasi pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antara kadar Glukosa Darah Puasa dengan biomarker peradangan C-Reactive Protein. Menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang, penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 35 subjek. Kadar Glukosa Darah Puasa diukur dengan metode enzimatik, sedangkan status reaktivitas dan titer C-Reactive Protein ditentukan melalui uji aglutinasi lateks semi-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas subjek (37,1%) berada pada kategori hiperglikemia berat dengan prevalensi C-Reactive Protein positif mencapai 100%. Rata-rata kadar Glukosa Darah Puasa adalah 147,2 mg/dL dan kadar C-Reactive Protein sebesar 18,4 mg/L. Uji korelasi Spearman’s Rho menunjukkan hubungan signifikan yang sangat kuat p-value = 0,000 (p < 0,05). Hal ini membuktikan bahwa peningkatan kadar Glukosa darah secara masif mengaktivasi jalur peradangan sistemik melalui mediator pro-inflamasi, sehingga memperburuk status kesehatan subjek. Dapat disimpulkan bahwa semakin buruk kontrol glikemik, semakin tinggi derajat peradangan sistemik yang terjadi.
Copyrights © 2026