Dismenore merupakan keluhan menstruasi yang banyak dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor psikologis maupun gaya hidup, termasuk tingkat stres dan perilaku konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres dan perilaku konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian dismenore pada remaja putri di Klinik Arafah Sukosari tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan total 85 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Depression Anxiety Stress Scale, sedangkan perilaku konsumsi makanan cepat saji dinilai melalui Food Frequency Questionnaire. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja mengalami stres ringan dan memiliki kebiasaan konsumsi makanan cepat saji yang cukup tinggi. Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dan kejadian dismenore (p = 0,058). Namun, terdapat hubungan signifikan antara perilaku konsumsi makanan cepat saji dan kejadian dismenore (p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan berperan lebih besar daripada stres dalam memengaruhi dismenore. Edukasi gizi dan pengendalian konsumsi makanan cepat saji menjadi langkah penting dalam pencegahan dismenore.
Copyrights © 2026