Pemeriksaan telur cacing STH (Soil Transminted Helminth) dapat dilakukan menggunakan metode flotasi yang lebih efisien dibanding dengan sedimentasi, karena menghasilkan sediaan yang lebih bersih dari pada prosedur sedimentasi. Metode flotasi dapat menggunakan larutan NaCl jenuh ataupun gula jenuh untuk melihat telur cacing dengan cara mengapung. Tepung gula merupakan gula pasir yang dihaluskan hingga berbentuk seperti tepung yang diberi cornstarch agar tidak menggumpal sehingga dapat dimanfaatkan sebagai reagensia alternatif pada metode flotasi. Metode ini dapat digunakan pada pemeriksaan feses yang mengandung sedikit telur. Cara kerjanya didasarkan pada berat jenis larutan yang digunakan, sehingga telur-telur terapung dipermukaan dan juga untuk memisahkan partikel-partikel yang besar yang terdapat dalam feses. Tujuan: Untuk memanfaatkan tepung gula sebagai alternatif pengganti NaCl pada metode flotasi. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah true experiment design. Sampel berupa feses untuk melihat hasil pemeriksaan secara mikroskopis menggunakan alternatif tepung gula dan NaCl jenuh sebagai kontrol. Data diolah secara analisis deskriptif berdasarkan hasil positif ditemukan telur cacing. Hasil: Pemeriksaan kualitas mikroskopis menggunakan reagensia tepung gula mendapatkan hasil 7 sediaan (43,75%) sangat baik, 5 sediaan (31,25%) baik, 4 sediaan (25%) cukup, dan 0 sediaan (0%) tidak baik. Kesimpulan: Tepung gula dapat dimanfaatkan sebagai reagensia alternatif pada metode flotasi.
Copyrights © 2026