Remaja putri pada masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi, hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi. Selain itu diperburuk oleh kurangnya asupan zat besi, dimana zat besi pada rematri sangat dibutuhkan tubuh untuk percepatan pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian : Mengetahui yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja. Metode : Mengunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian analitik korelasi, pendekatan waktu cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa SMA/SMK dan bersedia untuk menjadi responden dalam penelitian. Teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling dengan sampel sebanyak 48 responden. Instumen penelitian menggunakan kuesioner yang akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas, alat ukur Hemoglobin (Hb), stature meter dan timbangan yang telah dilakukan kalibrasi. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian menunjukkan sebanyak 60,42% responden berusia 17 tahun, 83,3% mempunyai riwayat anemia, 85,42% penghasilan orang tua di bawah UMR, 37,5% mempunyai berat badan lebih, 60,42% patuh mengkonsumsi tablet Fe, 54,17% mempunyai pengetahuan cukup tentang anemia. Berdasarkan analisis data menunjukkan terdapat hubungan IMT, kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja, sedang ada satu variabel yang tidak berhubungan yaitu penghasilan orang tua terhadap kejadian anemia. Simpulan terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja yaitu, IMT, konsumsi tablet Fe dan pengetahuan tentang anemia.
Copyrights © 2026