Penelitian mengenai lafadz Bakkah dan Makkah dalam Al-Qur’an merupakan upaya untuk menggali kedalaman dan keindahan bahasa dalam wahyu Allah SWT. Dengan memahami nuansa makna dan penggunaan kedua lafadz tersebut, akan dapat membuka pintu pemahaman baru terhadap pesan-pesan Al-Qur’an dan memperkaya apresiasi terhadap keagungan bahasa dan Al-Qur’an. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan metode kualitatif. Adapun analisis datanya melalui pendekatan semantik Al-Qur’an Toshihiko Izutsu untuk memahami makna dan kaitan kedua lafazh serta pandangan dunianya/weeltanschauung dalam konteks Al-Qur’an. Kajian ini menghasilkan; Pertama, makna dasar kata Bakkah adalah tempat tersembunyi dan makna dasar kata Makkah adalah nama dari kota Mekah itu sendiri. Kedua, makna relasional sintagmatik ditemukan sebagai Rumah/Bangunan dan juga sebagai Pusat Kota. Adapun secara paradigmatik, mempunyai kesamaan makna dengan Umm Al-Quro, Baldatun, Al-Ka’batu serta Al-Masjid Al-Haram dan tidak memiliki makna yang berlawanan. Ketiga, aspek historis masa pra-qur’anik dimaknai sebagai Ka’bah dan kota Mekah. Adapun masa Al-Qur’an turun keduanya sama-sama dimaknai sebagai pusat kota di Mekah. Selanjutnya masa pasca-qur’anik, dimaknai sebagai lahan tempat berdirinya Ka’bah dan kota Mekah secara fisik. Keempat, weltanschauungnya adalah tempat yang suci, mulia dan diberkahi yang dijadikan tempat ibadah bagi seluruh umat manusia sebagai simbol kesatuan sekaligus transformasi spiritual umat manusia untuk mensucikan diri.
Copyrights © 2025