Penggunaan pestisida secara intensif dalam sistem pertanian berkontribusi terhadap akumulasi residu kimia di dalam tanah yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan keberlanjutan lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan bioremediasi dan fitoremediasi sebagai upaya pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan pada tanah tercemar pestisida di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Metode penelitian menggunakan pendekatan observasional eksperimental melalui pengambilan sampel tanah pada lahan terpapar pestisida dan lahan pembanding. Bioremediasi in situ dilakukan dengan penambahan pupuk kompos organik untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, sedangkan fitoremediasi dievaluasi melalui identifikasi tanaman indigenous yang toleran terhadap kondisi tercemar. Analisis meliputi populasi mikroorganisme tanah menggunakan metode Total Plate Count (TPC), pengukuran sifat kimia tanah (pH, C-organik, dan N-organik), serta analisis residu pestisida menggunakan kromatografi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos organik mampu meningkatkan populasi mikroorganisme tanah secara signifikan dan mempercepat penurunan residu pestisida hingga berada di bawah ambang batas aman (<0,003 ppm). Kondisi pH tanah relatif stabil pada kisaran netral, yang mendukung aktivitas mikroba pendegradasi. Selain itu, beberapa tanaman indigenous, terutama Chromolaena odorata L. dan Vetiveria zizanioides L., menunjukkan potensi sebagai agen fitoremediasi berdasarkan tingkat dominansi dan adaptasinya terhadap lahan tercemar. Integrasi bioremediasi dan fitoremediasi terbukti efektif dalam memulihkan kualitas tanah serta mendukung pengelolaan lahan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026