Bank Indonesia telah menerbitkan alat pembayaran digital nasional terintegrasi yakni Quick Response Indonesian Standart (QRIS) yang bertujuan agar semua jenis transaksi berbasis digital menjadi terfasilitasi dengan baik. Pelaku usaha seperti UMKM dapat memanfaatkan sistem pembayaran QRIS untuk menunjang usaha menjadi lebih modern, praktis, dan berkembang. Tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah untuk menganalisis perbedaan signifikan terhadap kinerja penjualan antara UMKM pengguna QRIS dan non- pengguna QRIS serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan kinerja penjualan antara UMKM pengguna QRIS dan non pengguna QRIS. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan membandingkan indikator kinerja penjualan yang meliputi volume transaksi, nilai omzet, jumlah pelanggan, dan pertumbuhan penjualan dari dua kelompok UMKM. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kebijakan digitalisasi UMKM di Indonesia. Kata Kunci: kinerja penjualan, pembayaran digital, QRIS, UMKM.
Copyrights © 2026