Melo: Jurnal Studi Agama-agama
Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025

KEHIDUPAN DAMAI MASYARAKAT TORAJA  ISLAM-KRISTEN DI TAMANJEKA, KABUPATEN POSO

Malakiki, Yunisca Jeinri (Unknown)
Tandapai, Asyer (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

Abstract: This study examines the role of Torajan cultural values in fostering and sustaining peaceful coexistence between Muslim and Christian communities in Tamanjeka Village, Poso Regency, after the communal conflict. Using a qualitative approach through in-depth interviews, observation, and document analysis, this research involved traditional leaders, religious figures, and interfaith community members. The findings reveal that the Tongkonan functions as both a symbolic and social space for strengthening kinship values, dialogue, and post-conflict reconciliation. Additionally, the Torajan language serves as an interfaith communication medium that enhances social solidarity and reinforces a shared Torajan identity beyond religious differences. The revitalization of local culture, combined with religious moderation practices, significantly strengthens community resilience against renewed conflict and radical influences. This study contributes to culture-based peacebuilding discourse and offers a localized reconciliation model applicable to other post-conflict multicultural societies. Abstrak: Penelitian ini mengkaji peran nilai-nilai budaya Toraja dalam membangun dan mempertahankan kehidupan damai antara masyarakat Islam dan Kristen di Desa Tamanjeka, Kabupaten Poso, pascakonflik sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, penelitian ini melibatkan tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat lintas iman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tongkonan berfungsi sebagai ruang simbolik dan sosial yang memperkuat nilai kekeluargaan, musyawarah, serta rekonsiliasi pascakonflik. Selain itu, bahasa Toraja menjadi media komunikasi lintas agama yang memperkuat solidaritas sosial dan rasa identitas bersama sebagai orang Toraja, melampaui batas-batas perbedaan keyakinan. Revitalisasi budaya lokal yang dipadukan dengan praktik moderasi beragama terbukti meningkatkan ketahanan sosial masyarakat terhadap potensi konflik dan pengaruh radikalisme. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian perdamaian berbasis budaya lokal serta menawarkan model rekonsiliasi sosial yang relevan untuk konteks masyarakat plural pascakonflik.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

ojsmelo

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Melo is a Torajanese term that means good, excellent, pleasant, best. Melo is impression of God when He saw His creation. In Genesis 1, could be found that there are seven times He expresses this word. Every part of creation of God perfectly fulfills His will and purpose. This is the inspiration or ...