Dalam dinamika hubungan internasional kontemporer yang semakin kompleks, aktor subnasional seperti pemerintah daerah memainkan peran yang semakin signifikan dalam mendukung diplomasi negara melalui jalur non-formal. Program sister city merupakan salah satu bentuk kerja sama paradiplomasi yang mengedepankan kolaborasi lintas negara dalam bidang budaya, pendidikan, teknologi, ekonomi kreatif, dan tata kelola pemerintahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kerja sama tersebut mampu mendorong pertukaran budaya dan pemahaman antar masyarakat, memperkuat kapasitas kelembagaan di tingkat lokal, serta mendukung pencitraan positif Indonesia di mata komunitas internasional. Selain itu, inisiatif ini juga menjadi saluran diplomasi publik dan soft power yang memperluas jejaring antar aktor subnasional sekaligus memperkuat diplomasi formal antar negara. Kendati demikian, efektivitas program sister city masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan koordinasi antara pusat dan daerah, pendekatan top-down yang dominan, serta kurangnya strategi implementasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pelibatan aktif masyarakat sipil, serta penguatan kerangka kelembagaan sangat diperlukan untuk menjadikan kerja sama paradiplomasi sebagai instrumen strategis dalam hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan.
Copyrights © 2025