Latar belakang: Gagal Jantung Kongestif (GJK) atau Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kondisi dimana terjadi gangguan pada proses kerja jantung atau terjadi ketidakmampuan pada jantung dalam mensuplai darah yang dibutuhkan oleh tubuh. Gagal jantung menjadi penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2018 prevalensi kasus gagal jantung yang terdiagnosis mencapai kurang lebih 1,017 juta orang. Foto toraks menjadi alat untuk mendeteksi apakah ada terjadi masalah pada paru-paru yang diakibatkan oleh gagal jantung. Tujuan: untuk mengetahui gambaran foto toraks pada penderita gagal jantung kongestif disertai edema paru di RS R. D. Kandou Periode Februari 2024-Februari 2025. Metode: Penelitian ini menggunakandesain Cross-Sectional dengan pendekatan deskriptif retrospektif. Data Penelitian diperoleh dari rekam medis pasien menggunakan teknik total sampling. Hasil : Ditemukan sebanyak 138 penderita gagal jantung kongestif disertai edema paru yang memenuhi kriteria inklkusi dan eksklusi. Data penelitian didominasi oleh pasien berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 79 orang (57,2%). Distribusi usia pada penelitian ini didominasi oleh kelompok usia >65 tahun dengan jumlah 52 orang (37.7%). Pada penelitian ini gambaran karakteristik foto toraks yang mendominais adalah Batwing Appearance (42.8%). Kesimpulan: Penderita gagal jantung kongestif disertai edema paru didominasi oleh jenis kelamin laki-laki, kelompok usia >65 tahun, dan gambaran foto toraks yang mendominasi Batwing Appearance.
Copyrights © 2025