Penelitian ini bertujuan mengkaji reaksi pasar modal Indonesia terhadap kebijakan pemerintah dan peristiwa ekonomi global periode 2020–2025 melalui tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR). Analisis dilakukan terhadap enam studi berbasis event-study yang mengevaluasi dampak informasi publik terhadap harga saham, abnormal return (AR), dan aktivitas volume perdagangan (TVA). Hasil sintesis menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia merespons informasi secara cepat, konsisten dengan bentuk efisiensi semi-kuat. Namun, pola reaksi bersifat sektoral dan heterogen antar studi, di mana kebijakan seperti Biodiesel B40 cenderung memicu respons positif, sementara kebijakan yang mengandung risiko jangka pendek seperti penghapusan kredit macet UMKM (PP No. 47/2024) menimbulkan reaksi negatif pada sektor keuangan. Peristiwa global seperti pandemi Covid-19 dan perang Rusia–Ukraina juga memengaruhi pasar secara signifikan, dengan variasi respons antar sektor. Teori sinyal (signaling theory) terbukti relevan dalam menjelaskan interpretasi investor terhadap pengumuman kebijakan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa pemetaan sistematis pertama yang menggabungkan temuan berbagai studi event-study dalam periode tersebut, sekaligus memperkaya bukti empiris mengenai efisiensi pasar dan mekanisme sinyal di Indonesia. Keterbatasan generalisasi akibat heterogenitas metodologi dan kualitas sumber menjadi catatan untuk penelitian mendatang.
Copyrights © 2025