Siklus menstruasi merupakan seluruh proses mulai dari matangnya sel telur sampai luruhnya sel telur ketika tidak ada pembuahan yang berulang setiap bulan, atau menstruasi yang datang setiap bulan secara teratur. Siklus menstruasi menstruasi terjadi dalam waktu bersamaan di endometrium, hipotalamus, kelenjar pituitari dan ovarium yang ditandai dengan adanya perdarahan rahim secara periodik dan siklik yang dimulai 14 hari setelah ovulasi. Setelah ovarium memproduksi hormon estrogen yang adekuat untuk membuat sel telur yang matur, terjadi periode silkus menstruasi yang regular dan terjadinya ovulasi. Adapun permasalahan yang dapat dikaitkan dengan siklus mentruasi salah satunya adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), kekurangan nutrisi sampai terjadi berat badan rendah ataupun malnutrisi dapat menyebabkan terjadinya perubahan hormonal berupa gangguan siklus ovulasi, hal ini yang dapat memicu terganggunya fertilitas (Umbu et al., 2022). Desain penelitian ini analitik korelasional menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 620 remaja putri dengan 200 sampel dengan teknik starified random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data meliputi, coding, editing, dan tabulating yang kemudian data dianalisis secara komputer dengan Uji Chi-square, ? : 0,05. Hasil penelitian menunjukan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi normal sebesar 63,5% dan siklus mestruasi tidak normal sebesar 36,5% dengan nilai p = 0,012. Kesimpulan penelitian ada Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Siklus Menstruasi. Saran yang diajukan yaitu petugas kesehatan / bidan melakukan edukasi secara aktif kepada remaja putri untuk memperbaiki status gizi.
Copyrights © 2026