Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik klinis pasien Bell's palsy di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo, periode 2023 hingga 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang untuk menggambarkan profil demografis dan klinis pasien yang didiagnosis Bell’s palsy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada pada kelompok usia 20–29 tahun (38,5%) dengan prevalensi yang lebih tinggi pada perempuan (65,4%). Gejala klinis yang paling umum adalah asimetri wajah, terutama mulut mencong (31,4%) dan kesulitan menutup mata (19,6%). Kortikosteroid diberikan kepada seluruh pasien, dan sebagian besar mencapai kesembuhan total (65,4%). Penelitian ini menekankan pentingnya diagnosis dan penatalaksanaan dini, terutama pada usia muda, serta menyoroti peran signifikan faktor lingkungan dan komorbiditas seperti hipertensi dan diabetes dalam prognosis Bell’s palsy. Temuan ini memberikan pemahaman lebih baik mengenai manifestasi klinis dan hasil penyakit di Gorontalo, serta memberikan wawasan bagi penyedia layanan kesehatan dalam mengelola Bell’s palsy secara lebih efektif.
Copyrights © 2026