Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Break Even Point (BEP) dalam penyusunan anggaran operasional di SMK Amaliah Ciawi Bogor. BEP digunakan sebagai alat analisis untuk mengetahui titik impas antara total pendapatan dan total biaya, sehingga dapat membantu pihak manajemen sekolah dalam merencanakan kegiatan operasional secara lebih efisien dan akurat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui dokumentasi laporan keuangan, wawancara dengan staf keuangan sekolah, dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai titik impas, SMK Amaliah Ciawi membutuhkan minimal 1.178 peserta didik (TA 2022/2023), 1.242 peserta didik (TA 2023/2024), dan 908 peserta didik (TA 2024/2025). Informasi ini membantu kepala sekolah dalam menargetkan penerimaan siswa baru, menyesuaikan tarif biaya pendidikan, dan mengalokasikan anggaran secara efisien. Dengan demikian, BEP terbukti efektif sebagai alat bantu pengambilan keputusan strategis yang mendukung kemandirian finansial sekolah.
Copyrights © 2025