Pengembangan agribisnis berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal serta memperkuat perekonomian wilayah perdesaan. Kecamatan Batuputih merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya pertanian cukup besar, namun pemanfaatannya dalam bentuk produk olahan bernilai tambah masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting UMKM agribisnis, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha, serta merumuskan model strategi pengembangan agribisnis UMKM yang kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM agribisnis di Kecamatan Batuputih memiliki kekuatan berupa ketersediaan bahan baku lokal dan dukungan sosial masyarakat, namun masih menghadapi kelemahan dalam aspek manajemen usaha, inovasi produk, dan pemasaran. Peluang pengembangan terbuka melalui meningkatnya permintaan produk olahan lokal dan dukungan kebijakan pemerintah, sementara ancaman berasal dari persaingan produk luar daerah dan dinamika pasar. Model strategi pengembangan yang dirumuskan menekankan pada penguatan kapasitas pelaku usaha, inovasi produk berbasis potensi lokal, optimalisasi pemasaran digital, serta penguatan kelembagaan dan kemitraan. Strategi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian lokal secara berkelanjutan dan memperkuat peran UMKM agribisnis sebagai penggerak ekonomi lokal.
Copyrights © 2025