Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan daya saing ekspor kopi Indonesia ke Mesir selama periode 1991–2024. Kopi sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan memiliki peran penting, tidak hanya sebagai sumber devisa negara, tetapi juga sebagai penopang kesejahteraan petani. Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi kopi di Mesir meningkat pesat, menjadikan negara tersebut pasar potensial bagi kopi Indonesia di kawasan Afrika Utara. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis data runtut waktu (time series). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder, antara lain FAOSTAT, WITS, UN Comtrade, BPS, dan Kemendag RI. Pertumbuhan ekspor dianalisis melalui Compound Annual Growth Rate (CAGR), sedangkan daya saing diukur dengan Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamics (EPD). Hasil analisis menunjukkan bahwa ekspor kopi Indonesia ke Mesir mengalami pertumbuhan stabil dan berkelanjutan, meningkat dari 1.483 ton pada tahun 1991 menjadi 31.479,2 ton pada 2024, dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 9,70%. Nilai RCA yang konsisten di atas satu mengindikasikan bahwa kopi Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang kuat, sementara hasil EPD menempatkan produk ini dalam kategori Rising Star karena tumbuh lebih cepat dibandingkan rata-rata dunia. Walaupun demikian, terdapat periode perlambatan yang dipengaruhi oleh penurunan produktivitas, kurangnya diversifikasi produk, dan perubahan selera pasar menuju specialty coffee. Untuk menjaga keberlanjutan ekspor, diperlukan langkah nyata berupa hilirisasi, peningkatan efisiensi logistik, serta diplomasi perdagangan yang lebih adaptif agar kopi Indonesia semakin kompetitif di pasar Mesir dan Afrika Utara.
Copyrights © 2025