Literature Review ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik radiografis, pola distribusi, serta implikasi klinis distomolar sebagai salah satu bentuk supernumerary teeth yang jarang ditemukan. Mengingat lokasinya yang posterior dan sering tanpa gejala, deteksi distomolar membutuhkan pendekatan radiografi yang tepat, terutama menggunakan radiografi panoramik sebagai modalitas awal. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, dan database terkait hingga November 2025 menggunakan kata kunci mengenai supernumerary teeth dan radiografi panoramik. Delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi terdiri dari laporan kasus dan seri kasus yang seluruhnya menggunakan radiografi panoramik sebagai metode identifikasi utama. Hasil sintesis menunjukkan bahwa distomolar hampir selalu ditemukan secara insidental, lebih sering berlokasi di maksila, dan sebagian besar berada dalam kondisi impaksi penuh. Variasi radiografis meliputi perbedaan morfologi (rudimenter, konik, multikuspid), orientasi (vertikal, horizontal, distoangular), serta hubungan dengan molar ketiga. Beberapa komplikasi seperti pericoronitis, radiolusen periapikal, dan kista dentigerous turut dilaporkan, meskipun sebagian besar kasus bersifat asimtomatik. Distomolar merupakan anomali perkembangan langka yang paling sering terdeteksi secara insidental melalui radiografi panoramik. Pemeriksaan panoramik efektif untuk menilai posisi, impaksi, serta potensi komplikasi, sehingga deteksi dini menjadi penting untuk mencegah gangguan erupsi dan patologi terkait. Pemahaman karakteristik radiografis distomolar membantu menentukan strategi tata laksana yang tepat, baik observasi maupun intervensi bedah.
Copyrights © 2025