Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kerja sama Green Sister City Kota Surabaya, Indonesia dan Kota Kitakyushu, Jepang sebagai strategi menuju pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi paradiplomasi dalam mendukung tata kelola lingkungan di tingkat kota dengan dua fokus utama, yaitu pengelolaan sampah dan konservasi hutan mangrove serta ekowisata. Penulis menggunakan konsep paradiplomasi untuk mengkaji bagaimana pemerintah daerah sebagai aktor subnasional terlibat dalam kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan lingkungan sebagai isu global. Melalui metode deskriptif kualitatif, penulis mencoba menganalisis dengan sumber sekunder seperti tinjauan pustaka artikel jurnal. Temuan menunjukkan bahwa Surabaya dan Kitakyushu secara aktif melibatkan masyarakat, LSM dan juga sektor swasta dalam setiap program pengelolaan sampah seperti 3R, B3, konservasi hutan mangrove, dan ekowisata yang memungkinkan terjadinya transfer teknologi dan pengetahuan serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi kedua kota. Kemitraan ini mendukung pemenuhan SDGs seperti poin 11, 12, 13, 14, dan 15, dan menunjukkan efektivitas kolaborasi lokal-global. Kata Kunci: Surabaya; Kitakyushu; Green Sister City; Paradiplomacy; Sustainable Development.
Copyrights © 2025