Mahasiswa perantau dihadapkan pada tuntutan kemandirian finansial yang lebih besar dibandingkan mahasiswa yang tinggal bersama orang tua. Kondisi tersebut menuntut kemampuan pengelolaan keuangan yang baik agar mahasiswa mampu mempertahankan ketahanan keuangan selama masa studi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman mahasiswa perantau dalam mengelola ketahanan keuangan, mengidentifikasi strategi yang digunakan dalam menghadapi tekanan keuangan, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan keuangan mahasiswa perantau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa perantau Universitas PGRI Semarang yang berasal dari luar Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis tematik dengan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau telah berupaya mengelola keuangan secara mandiri melalui pengaturan uang saku, pengendalian pengeluaran, serta pemanfaatan tabungan darurat dan pekerjaan paruh waktu sebagai strategi koping keuangan. Namun, pengelolaan keuangan tersebut belum optimal akibat kurangnya konsistensi dalam perencanaan dan pencatatan keuangan, serta adanya pengaruh lingkungan dan gaya hidup. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan keuangan mahasiswa perantau meliputi kontrol diri, literasi keuangan, dukungan keluarga, dan peran institusi pendidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa ketahanan keuangan mahasiswa perantau tidak hanya ditentukan oleh jumlah pendapatan, tetapi juga oleh sikap, kebiasaan, dan strategi pengelolaan keuangan yang diterapkan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025