Sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia, terutama pada dinamika kebijakan era Purbaya. Meskipun berbagai langkah stabilisasi, seperti dukungan UMKM, penyesuaian APBN, insentif fiskal, serta penguatan likuiditas telah diimplementasikan, evaluasi berbasis nilai belum banyak digunakan untuk menilai efektivitasnya. Artikel ini menganalisis integrasi kebijakan fiscal moneter melalui kerangka maslahah ammah guna melihat sejauh mana kebijakan tersebut menciptakan kemanfaatan publik dan mendukung keadilan ekonomi. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan sintesis tematik, penelitian ini menemukan bahwa penggunaan instrumen seperti sukuk negara, pembiayaan sosial produktif, dan koordinasi kelembagaan yang lebih terarah berpotensi memperkuat keseimbangan kebijakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artikel ini menawarkan kontribusi konseptual berupa model evaluatif yang menghubungkan kebijakan makro modern dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.
Copyrights © 2025