Permasalahan yang dihadapi adalah masih terbatasnya kapasitas produksi fuel gas dan produksi LPG pada unit flare gas recovery system. Tujuan penelitian adalah mengoptimalkan jumlah produksi fuel gas dan produksi dengan pengaturan variabel temperatur air pendingin pada peralatan inter cooler dan after cooler. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaturan temperature air pendingin intercooler pada 28-30oC dapat menghasilkan produksi fuel gas dari 30,5% menjadi 31,5% dan produksi LPG dari 3,1% menjadi 3,3% dari aliran feed intake. Pengaturan temperature air pendingin after cooler pada temperature 25-27oC dapat mengasilkan produksi fuel gas 29,5% dan produksi LPG 4.1%. Inovasi optimasi dengan pengaturan temperature air pendingin inter cooler dan after cooler dapat menjadi solusi pilihan jenis produksi apa yang akan dioptimasi pada unit FGRS. Kata kunci : optimasi, fuel gas, LPG, inter cooler, after cooler.
Copyrights © 2025