Artikel ini menganalisis integrasi pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), Matriks SFAS (Strategic Factor Analysis Summary), dan strategi kompetitif Porter dalam kerangka manajemen strategik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana organisasi dapat merumuskan strategi yang adaptif dan berkelanjutan di tengah dinamika lingkungan bisnis global. Menggunakan metode studi pustaka kualitatif, penelitian ini mengevaluasi literatur manajemen strategik klasik dan kontemporer, termasuk karya Wheelen & Hunger (2018), Porter (1985), dan D’Aveni (1994). Hasil menunjukkan bahwa SWOT, meskipun populer, memiliki keterbatasan metodologis yang dapat diatasi melalui SFAS yang memberikan bobot kuantitatif terhadap faktor strategis. Sementara itu, strategi generik Porter—kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan fokus—masih relevan, terutama bila dikombinasikan dengan strategi kooperatif seperti aliansi strategis. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi ketiga pendekatan tersebut memungkinkan organisasi mengembangkan keunggulan kompetitif yang dinamis dan berkelanjutan. Implikasi manajerial mencakup pentingnya fleksibilitas strategis, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi lintas entitas dalam menghadapi hiperkompetisi.
Copyrights © 2025