Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah melahirkan berbagai model ekonomi baru, salah satunya melalui praktik affiliate marketing yang banyak dimanfaatkan oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi awal menjadi affiliator, strategi promosi yang digunakan, tantangan yang dihadapi, serta dampak aktivitas afiliasi terhadap kondisi ekonomi pribadi generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 affiliator muda berusia 21–30 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa affiliate marketing dimaknai sebagai sumber pendapatan tambahan yang fleksibel dan adaptif, bukan sebagai pekerjaan utama. Motivasi affiliator bersifat multidimensional, meliputi kebutuhan ekonomi, produktivitas media sosial, pembelajaran digital marketing, dan fleksibilitas promosi. Strategi yang digunakan mencakup pemanfaatan konten visual, storytelling dan interaksi aktif dengan audiens. Tantangan yang dihadapi bersifat berjenjang sesuai tingkat pengalaman, mulai dari keterbatasan pengetahuan hingga perubahan algoritma dan persaingan konten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa affiliate marketing tidak hanya berperan sebagai strategi ekonomi alternatif, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran digital yang berkontribusi pada peningkatan literasi pemasaran dan kemandirian ekonomi generasi muda di era digital.
Copyrights © 2025