Persalinan kala II merupakan fase paling krusial dalam proses persalinan karena melibatkan pengeluaran janin melalui jalan lahir. Lamanya kala II dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti kelelahan ibu, perdarahan postpartum, dan asfiksia neonatus. Intervensi farmakologis seperti oksitosin sintetik memang efektif, namun sering kali menghasilkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis peran pijat oksitosin, gymball, dan rebozo sebagai terapi komplementer dalam mempercepat proses persalinan kala II berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka untuk mengkaji artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel diterbitkan antara tahun 2021 - 2025. dengan kriteria inklusi meliputi penelitian eksperimental atau quasi-eksperimental yang membahas efek pijat oksitosin, gymball, atau rebozo terhadap proses persalinan. Sebanyak lima artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan hasilnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga terapi komplementer tersebut berperan signifikan dalam mempercepat proses persalinan kala II. Pijat oksitosin meningkatkan pelepasan hormon oksitosin alami sehingga memperkuat kontraksi uterus dan memperlancar penurunan kepala janin. Latihan dengan gymball membantu memperbesar diameter panggul, memperkuat otot dasar panggul, dan mempercepat rotasi janin ke posisi optimal. Sedangkan teknik rebozo memberikan efek relaksasi, mengurangi nyeri, serta membantu posisi janin agar lebih sesuai untuk lahir. Semua metode ini terbukti non-invasif, aman, dan dapat diterapkan sebagai intervensi komplementer dalam asuhan kebidanan. Pijat oksitosin, gymball, dan rebozo terbukti efektif sebagai terapi komplementer dalam mempercepat proses persalinan kala II. Ketiganya berperan dalam meningkatkan kontraksi, memperlancar penurunan janin, serta mengurangi nyeri persalinan tanpa efek samping berarti. Untuk memperkuat bukti empiris, desain eksperimen dan jumlah sampel perlu ditingkatkan. dan mendukung penerapannya dalam praktik kebidanan berbasis bukti (evidence-based midwifery).
Copyrights © 2025