Pinjaman tak tertagih merupakan risiko keuangan kritis bagi koperasi yang sering kali menyebabkan pelaporan keuangan tidak realistis dan menurunkan keberlanjutan lembaga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penilaian dan perlakuan akuntansi pinjaman tak tertagih menggunakan metode cadangan serta dampaknya terhadap laporan keuangan KPRI Prima Husada Kota Kediri. Metode: Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan memanfaatkan data primer dan sekunder melalui wawancara serta dokumentasi laporan keuangan periode 2021-2023. Analisis dilakukan dengan mengubah metode penghapusan langsung menjadi metode cadangan berdasarkan skedul umur piutang. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa penerapan metode cadangan memberikan representasi yang lebih akurat mengenai nilai realisasi bersih piutang. Namun, transisi ini secara signifikan menurunkan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dilaporkan, bahkan menghasilkan nilai minus pada tahun 2022 dan 2023, akibat pengakuan beban kerugian yang substansial. Kesimpulan: Adopsi metode cadangan sangat penting untuk transparansi keuangan dan penilaian aset yang hati-hati. Koperasi disarankan untuk mengkategorikan piutang berdasarkan umur secara sistematis untuk memitigasi risiko dan menjaga kesehatan keuangan jangka panjang.
Copyrights © 2025